Friday, 15 April 2016

Chasing dreams

as human, we can only make a plan. The rest depend on Allah..
***

6 weeks and couple of days after my submission to TU Delft, I got the official Letter of Acceptance as the student of Geo-engineering Programme, Master of Applied Earth Sciences 2016/17. Alhamdulillah wa syukurillah, dengan segala kepanikan dan ketertekanan gw selama nyiapin, daftar dan menanti kabar, salah satu hal penting untuk rencana S2 gw udah didapat. But, jalan ini tidak mulus ternyata..

Jadi ceritanya di seleksi substansial LPDP, mulai tahun ini, calon awardee tujuan luar negeri akan menjalani proses seleksi full english. Jadi, gw mendapat jatah LGD, Essay on the spot, dan Interview full english. Gw ga terlalu ngerti poin yang paling kurang saat seleksi substansial ini dimana, yang jelas nilai gw masih dibawah passing grade LPDP untuk keilmuan teknik. Sedih? pastinya. To be honest, beberapa hari setelah pengumuman LPDP gw agak stress karena itu berarti gw belum bisa bernafas lega sampai beberapa bulan ke depan. 

Tidak ingin membuang waktu untuk bersedih, gw melanjutkan perjuangan mengejar mimpi ini dengan mendaftar beasiswa dari pemerintah Belanda, yaitu StuNed. Dari beberapa sumber mengatakan bahwa dulunya, sebelum LPDP digulirkan oleh pemerintah Indonesia, StuNed merupakan primadona para mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Belanda. Namun hadirnya LPDP mampu mengalihkan sedikit banyak calon mahasiswa karena ya... LPDP katanya ngasih bulanan yang lebih banyak. Berbekal harapan untuk melanjutkan studi, info-info dari teman-teman seperjuangan, blog walking, dan pencarian info lainnya, gw akhirnya mendaftarkan aplikasi beasiswa gw ke TU Delft ke Neso Nuffic untuk beasiswa StuNed. Dari timeline StuNed-nya, hasil akan diumumkan pada akhir Mei atau awal Juni dimana itu adalah sekitar 1 bulan sebelum batas konfirmasi gw ke TU Delft yang deadlinenya di 1 Juli.

Harapan besar gw kepada StuNed akan menentukan apakah 5 September nanti gw akan berkuliah di TU Delft apa nggak. Yaa, like what I said before, manusia cuma bisa berencana. Allah maha penentu dan sebaik-baik perencana. Gw tetap berdoa untuk mendapatkan beasiswa ini, tapi juga bersiap untuk kemungkinan menunda rencana ini.


*mungkin di postingan berikutnya gw akan cerita lebih detail tentang pendaftaran gw ke Delft, LPDP, dan StuNed.